Jokowi Ingin Indonesia Kurangi Ketergantungan Energi BBM

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 06/01/2017 06:50 WIB
Jokowi Ingin Indonesia Kurangi Ketergantungan Energi BBM Jokowi menilai, 50 persen di antara BBM yang tersedia saat ini diproduksi di dalam negeri dan sekitar 50 persen lainnya bergantung pada impor. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pemangku kepentingan agar menyiapkan dari sekarang sumber-sumber energi yang bisa digunakan di masa depan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Sebetulnya, banyak sumber energi di negara kita. Ini harus kita persiapkan mulai dari sekarang," ujar Presiden Jokowi ketika membuka sidang paripurna Dewan Energi Nasional di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/1).

Presiden menyebut, 50 persen di antara BBM yang tersedia saat ini diproduksi di dalam negeri dan sekitar 50 persen lainnya masih bergantung kepada impor.


"Saya kira, ke depan sangat rigid sekali kalau kondisi ini masih kita pakai, tanpa kita melakukan riset, terobosan dalam membangun ketahanan energi, utamanya karena sekarang kita memiliki produksi CPO (minyak sawit) yang tidak kecil," terangnya.

Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional yang dipimpin Jokowi antara lain, membahas strategi pencapaian energi baru dan terbarukan dan program listrik 35.000 megawatt (MW).

"Saya ingin mengingatkan bahwa ketersediaan energi nasional kita adalah kunci dalam mengentaskan kemiskinan dan kunci mengurangi ketimpangan," kata mantan gubernur DKI Jakarta.

Pemerintah ingin lebih fokus lagi bekerja dalam mempercepat pemerataan termasuk di dalamnya sektor energi. Sehingga, kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud.

"Kita tidak boleh membiarkan rakyat di Papua, di daerah perbatasan, pulau terluar, terpencil, mengalami ketidakadilan karena harga BBM yang berlipat-lipat dibanding di Jawa dan Sumatra," tegas dia.

Pemerintah, ia melanjutkan, juga tidak boleh membiarkan rakyat di pelosok nusantara tidak memperoleh listrik di malam hari. Mengenai energi alternatif selain CPO, Jokowi juga menyebutkan bahwa Indonesia mempunyai bio-massa dan batu bara yang besar.

"Perlu ada riset besar-besaran untuk CPO, batu bara biomasa, dan bahan yang kita miliki sendiri ini agar ada terobosan. Sehingga, kita tidak mengalami ketergantungan terus kepada BBM," tuturnya.

Produksi CPO yang besar dari lahan sebesar 13 juta-14 juta hektare, salah satu contoh peluang agar Indonesia tidak bergantung dari negara lain.

"Jangka panjang kalkulasi seperti itu harus kita lakukan, sehingga kita punya plan (rencana) jangka menengah dan panjang. Sehingga, ketakutan akan kekurangan BBM atau energi sudah terdesain sejak awal. Ini yang menurut saya belum kita seriusi dengan baik," pungkasnya. (bir/gen)
bbm