DPR: Trump Jadi Presiden, Suku Bunga AS Dikerek

M Andika Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 21/01/2017 02:57 WIB
DPR: Trump Jadi Presiden, Suku Bunga AS Dikerek Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menilai kenaikan suku bunga AS akan memukul industri Indonesia karena bahan baku yang masih impor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah memprediksi Presiden AS Donald Trump akan mendesak Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) meningkatkan suku bunga. Trump akan dilantik menjadi presiden AS pada Jum'at (20/1) waktu setempat.
"Sepertinya dia akan lebih pro pada produk dalam negeri, karena itu kalau dia butuh uang, suku bunga The Fed akan ia naikkan. Supaya uang dari luar itu lari kembali ke AS," kata Fahri di kompleks DPR, Jumat (20/1).
Dengan begitu, kata Fahri, nilai tukar dolar AS akan tinggi dan mempengaruhi Indonesia di perdagangan luar negeri. Rupiah sebagai alat pembayaran Indonesia pun akan turun. Selain itu, kenaikan dolar AS juga berdampak pada impor yang dilakukan oleh Indonesia. Pasalnya Indonesia masih mengimpor sejumlah bahan dalam skala besar yang menggunakan dolar AS.
"Saya kira itu yang akan memukul industri kita, karena sedikit banyak industri dalam negeri kita masih banyak yang menggunakan bahan baku impor," kata Fahri.
Jika itu benar terjadi, Fahri menjelaskan, maka Presiden Joko Widodo harus kembali ke Nawa Cita yang membangun negara. Indonesia juga harus bisa memproduksi sendiri barang-barang yang biasa diimpor dari luar negeri.
"Amerika itu sudah bolak balik ke Mars untuk cari air dan tempat hidup baru. Kita ini masih ngeributin masalah harga cabai dan harga cabai ini sejak orde baru enggak selesai-selesai. Masa sih bangsa yang besar dan punya lahan besar tapi enggak punya strategi menghadapi harga cabai," kata Fahri.
Lebih lanjut, Fahri menjelaskan sebaiknya pemerintah membangun dari hal-hal mendasar seperti bahan pangan. Setelah itu baru melanjutkan pembangunan ke tahap berikutnya.



(gir/gir)