"Kalau dilihat dari segi inflasi kan akhir tahun ini bisa di bawah hanya 3 persen, jadi ada ruang untuk menurunkan BI 7-Days Reverse Repo Rate. Menurut saya, mestinya bisa diturunin," tutur Ketua Dewan Kadin Rosan P Roeslani saat ditemui di Rapat Koordinasi Nasional Kadin Bidan Perhubungan di Graha CIMB Niaga, Rabu (16/11).
Menurut Rosan, transmisi turunnya suku bunga acuan BI hingga perbankan memangkas suku bunga pinjamannya perlu waktu. Meskipun demikian, kata Rosan, sudah ada beberapa bank yang mulai menurunkan suku bunga kreditnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, pada RDG bulan lalu, BI menurunkan BI-7DRR sebanyak 25 basis poin (bps) dari semula 5 persen menjadi 4,75 persen. Dengan demikian sepanjang tahun ini, BI sudah enam kali menurunkan suku bunga acuan dengan akumulasi besaran 150 basis poin.
Sementara, penetapan suku bunga acuan bulan ini baru akan diumumkan esok hari, Kamis (17/11).
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyebutkan, Indonesia perlu mewaspadai potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) di era kepemimpinan Donald Trump.
"Saya melihat sepertinya The Fed tidak menaikkan suku bunga di akhir Desember. Tapi kalau Trump betul-betul menjalankan (kebijakannya), membuat suku bunga (berpotensi) meningkat," ungkap Chatib dalam UOB Economic Outlook. (gir/ags)