Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, perseroan akan menempuh beberapa strategi seperti menerbitkan surat utang hingga mencari pinjaman dari luar negeri maupun secara bilateral.
"Setiap tahun kami masukkan di RBB (Rencana Bisnis Bank) kita sekitar US$ 1 miliar untuk kebutuhan tambahan pendanaan. Itu bisa gabungan separuhnya rupiah, separuhnya dolar AS," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu, Senin (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang bersifat jangka pendek tersebut tentu tidak akan cocok untuk membiayai proyek infrastruktur yang pengerjaannya memakan waktu tahunan.
Tahun ini, Bank Mandiri masih memiliki jatah untuk menerbitkan obligasi melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp5 triliun. Bank Mandiri juga tidak menutup kemungkinan untuk menarik lagi tawaran pinjaman yang diajukan oleh negara lain.
"Ke depan kami jajakin juga dengan Jepang, Eropa, sehingga nanti beragam sumbernya," ujarnya.
Ia menilai tawaran pinjaman yang diajukan oleh negara-negara tersebut cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan harus menerbitkan obligasi sendiri. (gir/gen)