Ekonom Senior Standard Chartered Bank untuk Indonesia Aldian Taloputra, mengungkapkan prediksi tersebut juga lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang berkisar 5 hingga 5,1 persen.
Meskipun perekonomian global masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia masih bisa melaju karena ditopang oleh permintaan domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aldian, kenaikan harga komoditas tidak hanya berdampak positif pada sektor ekspor tetapi juga mendorong daya beli masyarakat, terutama yang berada di provinsi penghasil komositas. Tak hanya itu, perbaikan harga komoditas juga menolong belanja pemerintah.
"Meskipun harga yang diatur pemerintah akan meningkat, kami memperkirakan inflasi inti dan inflasi makanan akan stabil," ujarnya.
Suku Bunga BI
Dari sisi moneter, Aldian memperkirakan Bank Indonesia (BI) tahun ini akan mempertahankan suku bunga acuannya, BI 7 Days Reverse Repo Rate, tetap di level 4,75 persen.
Hal itu sebagai respon dari kondisi ketidakpastian global yang masih tinggi karena kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sebagai gantinya, BI akan melakukan bauran kebijakan tanpa harus menggunakan instrumen suku bunga acuan seperti kebijakan pengaturan likuiditas maupun makroprudensial. (gen)