Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian mengatakan setelah Januari pemerintah menaikkan tarif untuk biaya perpanjangan STNK dan listrik, risiko tekanan harga-harga yang diatur oleh pemerintah meningkat.
“Belum lagi faktor cuaca buruk yang bisa menjadi ancaman gagal panen untuk beberapa bahan pokok,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Melihat risiko kenaikan harga-harga, Bahana merevisi naik perkiraan inflasi hingga akhir 2017 menjadi 4,4 persen dari prediksi sebelumnya sekitar 3,8 persen,” jelasnya.
“Keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan sudah tepat dengan melihat perkembangan inflasi dan kestabilan keuangan global,” tambah Fakhrul.
Bank Indonesia kemarin memutuskan BI 7-Days Repo Rate tetap sebesar 4,75 persen untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Level tingkat suku bunga ini dinilai Fakhrul masih cukup kondusif untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sedang berjalan saat ini.
“Rapat dewan gubernur juga terlihat semakin optimistis dengan pemulihan ekonomi yang terjadi secara global terutama didukung oleh AS dan China, diikuti dengan peningkatan harga komoditas global yang masih akan berlanjut,” katanya.
Pertumbuhan Ekonomi
Fakhrul menambahkan, pemulihan ekonomi global tersebut tentunya memberi dampak positif terhadap ekonomi domestik yang diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen-5,4 persen sepanjang tahun ini.
Hal itu terutama ditopang oleh masih kuatnya konsumsi swasta dan meningkatnya konsumsi pemerintah serta perbaikan investasi, sementara itu kontribusi ekspor yang membaik akan diiringi dengan kenaikan impor karena meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi ditahun ini akan tercatat sebesar 5,3 persen,” jelasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan karena masih ada sejumlah risiko yang harus diwaspadai dari global.
“Melihat masih tingginya tekanan harga kedepan serta optimisme terhadap pemulihan ekonomi semakin kuat, Bahana pun merevisi perkiraan suku bunga acuan BI 7-Days Repo Rate dan melihat ruang pelonggaran semakin terbatas dalam tahun 2017,” tukas Fakhrul.