Repatriasi Tax Amnesty Dongkrak Deposito Dolar Valas

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Jumat, 17/02/2017 13:20 WIB
Bank Indonesia mencatat, dana repatriasi mendorong deposito valas pada Desember tahun lalu mencapai Rp287,5 triliun naik dari November sebesar Rp267,5 triliun. Bank Indonesia mencatat, dana repatriasi mendorong deposito valas pada Desember tahun lalu mencapai Rp287,5 triliun naik dari November sebesar Rp267,5 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aliran dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) yang masuk ke Indonesia mulai memberikan dampak positif bagi pertumbuhan deposito perbankan, khususnya dalam bentuk valuta asing (valas).

Bank Indonesia mencatat, dana repatriasi yang dibawa oleh para peserta tax amnesty mampu mendorong deposito valas mencatatkan pertumbuhan yang positif pada Desember tahun lalu yakni mencapai Rp287,5 triliun naik dari bulan November sebelumnya yang sebesar Rp267,5 triliun.

"Deposito valas sudah meningkat, bahkan positif pertumbuhannya. Kalau dulu sempat negatif hingga minus 7 persen, sekarang sudah positif," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung, Jumat (17/2).


Juda mengatakan, dari total kondisi tersebut mengindikasikan masih minimnya instrumen investasi dalam negeri yang disediakan dalam denominasi dolar AS.

Secara keseluruhan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Desember tercatat sebesar 9,6 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,3 persen. Melonjaknya pertumbuhan DPK pada Desember 2016 utamanya disebabkan oleh masuknya dana repatriasi tax amnesty di akhir tahun 2016.

Banjir likuiditas dalam bentuk deposito valas turut dialami oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk . Bank pelat merah tersebut memang merupakan salah satu bank yang ditunjuk pemerintah sebagai bank gateway untuk menampung dana-dana milik peserta tax amnesty yang selama ini diparkir di luar negeri.

Hingga akhir tahun lalu, Bank Mandiri berhasil menghimpun dana repatriasi hingga Rp23 triliun.

Direktur Keuangan dan Treasuri Mandiri Pahala Mansury mengatakan, dari keseluruhan dana yang diterima mayoritas diparkir dalam bentuk deposito valas. Masuknya dana tersebut menguatan sumber likuiditas Bank Mandiri akhir tahun yang mencapai Rp762 triliun.

"Pertumbuhan itu salah satunya didukung oleh pertumbuhan deposito valas tumbuh 18,7 persen, cukup tinggi terutama di akhir tahun 2016 bersamaan dengan berakhirnya tahap II tax amnesty mencapai Rp23 triliun yang masuk di Bank Mandiri," ujar Pahala.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK