Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, hal ini disebutnya sebagai upaya utama bagi pemerintah daerah (pemda) dalam menggenjot pembangunan provinsi yang baru seumur jagung tersebut dari sektor kelistrikan.
Menurut Irianto, Kaltara memiliki sekitar 20 sungai dengan kondisi yang baik dan mumpuni untuk dijadikan sebagai sumber daya PLTA. Misalnya, Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan, yang disebut memiliki potensi listrik mencapai 9 ribu megawatt (MW) dengan kecepatan aliran sungai mencapai 1 kilometer per hektare (Ha).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Sungai Kayan, Irianto menyebut Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau dengan potensi listrik mencapai 7.600 MW dan Sungai Sumbakung di Kabupaten Nunukan dengan potensi listrik 500 MW.
Jika sektor kelistrikan melalui pembangunan PLTA ini gencar dilaksanakan, lanjut Irianto, maka akan mempercepat dan meringankan beban pemda dalam membangun infrastruktur dan menyediakan sumber listrik
"Energi dan listrik kami dahulukan karena lihatlah Ibukota DKI Jakarta, pembangunannya cepat karena listriknya terjamin, batubaranya dari Kalimantan. Jadi, kalau ada listrik, bisa bangun yang lain lebih cepat," jelas Irianto.
Namun begitu, Irianto belum membidik berapa target investasi di sektor kelistrikan yang diharapkan pemda Kaltara. Pasalnya, yang terpenting adalah bagaimana seluruh sumber daya yang ada di Kaltara benar-benar dikelola dengan baik dan memberi kontribusi pada Kaltara dan pemerintah pusat.
Koordinasi dengan BKPM
Bersamaan dengan gencarnya pemda menawarkan potensi kelistrikan dari sungai-sungai yang mengalir di Kaltara, Irianto menegaskan akan memperlancar dan mempermudah pelayanan serta izin investasi kepada investor dengan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat.
Irianto menyatakan, pemda Kaltara akan menerbitkan revisi Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2014 tentang Pendelegasian Wewenang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Pemprov Kaltara.
"Dalam waktu dekat akan selesai revisi. Untuk memudahkan lagi, kami sudah menyiapkan dokumen-dokumen perencanaan dan surbei awal di beberapa lokasi," papar Irianto.
Senada dengan Irianto, Tom, sapaan akrab Thomas Lembong mengatakan bahwa dirinya telah menerima komunikasi dari Irianto dan diharapkan dengan kesepakatan dan koordinasi tersebut dapat mempercepat suntikan investasi dan pembangunan Kaltara.
"Ini sudah kami bicarakan, memang Kaltara jangan jalan sendiri. Kaltara harus cari sinergi dengan sekitarnya, misalnya Kalimantan Timur dan pusat tentunya, itu peluang pembangunan daerah perbatasan," kata Tom pada kesempatan yang sama. (gir/gen)