Tahun lalu, total dana kelolaan Schroder Indonesia mencapai Rp77,33 triliun atau tumbuh sekitar 12,9 persen dari tahun sebelumnya. Itu berarti, target yang dipatok tahun ini lebih rendah ketimbang pencapaian tahun sebelumnya.
Direktur Utama Schroder Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi mengatakan, perlambatan mengingat dana kelolaan Schroder sudah gemuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini, industri pengelolaan dana masih menghadapi tantangan. Kendala utamanya berasal dari kondisi global yang masih berfluktuasi.
Sebagai informasi, Schroder Indonesia mengelola investasi semua kelas aset utama, meliputi efek saham dan obligasi dan pasar uang. Hingga Januari 2017, aset yang dikelola oleh Schroders Indonesia mencapai Rp77,89 triliun. (bir/gen)