"Daripada dana menganggur, ekspansi bisnis bisa dimajukan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi mulai membaik membuat saya semakin yakin bahwa permintaannya akan ada. Jadi, ekspansi akan bisa produktif," ktutur Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, akrab disapa Tom, saat ditemui di kantornya, Rabu (8/3).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), per sore ini, total harta yang terungkap dalam program amnesti pajak telah mencapai Rp4.462,3 triliun. Di antaranya Rp145 triliun berasal dari repatriasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, Tom sempat memperkirakan, penetrasi harta tambahan tax amnesty ke sektor riil baru akan marak terjadi pada kuartal II dan III ini. Tom optimistis, kebijakan pengampunan pajak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan investasi tahun ini.
Lebih lanjut, Tom mengungkapkan, pemerintah tengah memikirkan skema sekuritisasi pendanaan proyek infrastruktur pemerintah di pasar modal. Salah satu tujuannya adalah untuk menyerap dana dari investor yang mengungkap harta yang selama ini tidak dilaporkan.
"Proyek-proyek infrakstruktur, seperti bandara, jalan tol, investor bagaimana mengaksesnya? Kecuali kalau investor raksasa yang siap suntik puluhan triliun tetapi untuk investor kecil kan susah,” terang dia.
Namun, Tom belum bisa membeberkan wacana tersebut secara mendetail. Pasalnya, BKPM harus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga diantaranya Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Wacana sekuritisasi ini akan menjadi suatu wacana yang sangat penting dan mendapat perhatian di tim ekonomi," pungkasnya. (bir)