BEI: UMKM yang IPO Bakal Masuk Papan Pengembangan

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Senin, 13/03/2017 11:22 WIB
BEI: UMKM yang IPO Bakal Masuk Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan rencana membentuk papan pengembangan khusus UMKM masih belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal memasukkan perusahaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) ke dalam papan pengembangan yang sudah ada saat ini.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menerangkan, pihaknya masih belum akan membuat papan pengembangan khusus UMKM dalam waktu dekat sesuai dengan wacana sebelumnya.

Saat ini, BEI memiliki dua papan pencatatan yakni, papan utama dan papan pengembangan.


Papan utama sendiri diperuntukan bagi perusahaan yang memiliki nilai aktiva berwujud bersih (net tangible assets) minimal Rp100 miliar. Kemudian, papan pengembangan untuk perusahaan yang memiliki nilai aktiva berwujud bersih minimal Rp5 miliar.

"Kalau hanya satu, dua, atau tiga perusahaan untuk apa bikin papan pengembangan khusus lagi, jadi kemungkinan besar tetap satu papan," ungkap Tito, Senin (13/3).

Sebelumnya, BEI sempat berencana untuk membuat papan pengembangan khusus UMKM untuk memberikan fasilitas kepada perusahaan yang belum memiliki aset yang besar bisa melantai di BEI.

Namun, untuk menuju menjadi perusahaan publik, BEI juga akan memberikan edukasi kepada perusahaan UMKM untuk menjadi perusahaan terbuka.

Dalam hal ini, BEI telah mengembangkan program inkubator bisnis yang akan diberikan fasilitas edukasi, juga dibantu dengan ahli hukum dan dididik mengenai pengembangan rencana bisnis, serta mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT).

Menurut Tito, BEI hanya membuka pendaftaran bagi 60 perusahaan. Namun, ia mengaku, sudah ada sekitar 120 perusahaan yang mendaftar untuk ikut dalam program tersebut.

"Kami akan periksa akan kami seleksi, yang punya beta produk paling bagus, yang memang paling menguntungkan, lalu misal ada yang daftar tapi udah ada investor ya nanti dulu deh," jelas Tito.

Sekadar informasi, pada awal tahun ini BEI telah merilis dan membuka pendaftaran bagi perusahaan UMKM yang ingin mengikuti program inkubator tersebut. Saat ini, BEI tengah melakukan proses seleksi peserta inkubator tersebut dan direncanakan dapat mulai beroperasi pekan depan.

"Kalau minggu depan, ruangan sudah ada, jadi orang sudah mulai masuk minggu depan," tutup dia.