Bangun Empat Hotel Bandara, AP II Rogoh Kocek Rp375 Miliar

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 13/03/2017 12:59 WIB
Bangun Empat Hotel Bandara, AP II Rogoh Kocek Rp375 Miliar Melalui anak usahanya, Angkasa Pura Properti, akan dibangun empat hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) melalui anak usahanya, yaitu PT Angkasa Pura Properti, berencana membangun empat hotel kawasan bandara. Perseroan menyiapkan biaya investasi senilai Rp375 miliar untuk proyek hotel yang akan dibangun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan hotel tersebut dijajaki melalui kerja sama dengan Hotel Indonesia Group (HIG) yang merupakan gabungan dari tiga perusahaan, yaitu PT Hotel Indonesia Natour, PT Patra jasa dan PT Aero Wisata. AP II dan HIG akan segera meneken nota kesepahaman (MoU) terkait.

"HIG memiliki sejarah panjang kesuksesan sebagai salah satu grup manajeman hotel dengan portofolio operator merk hotel yang sangat dikenal. Oleh karenanya, itu akan menjadi kebanggaan bagi AP II dapat melakukan kesepahaman dengan HIG sebagai langkah awal untuk merealisasikan kerja sama," ujarnya, melalui keterangan resmi, Senin (13/3).


Menurut Awaluddin, melihat pertumbuhan industri penerbangan yang berdampak pada semakin banyaknya jaringan penerbangan, permintaan hotel di bandara juga akan meningkat. Diyakini, HIG dapat mendukung AP II memanfaatkan potensi pasar industri perhotelan dengan maksimal.

Angkasa Pura Properti akan membangun tiga hotel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dan satu hotel di Bandara Internasional Kualanamu di Medan. Kedua bandara tersebut merupakan bandara terbesar yang dikelola AP II dengan pergerakan penumpang mencapai 58 juta penumpang di Soekarno-Hataa dan 9 juta di Kualanamu.

Beberapa hotel akan dikerja samakan pengelolaannya dengan perusahaan yang telah memiliki nama besar di industri perhotelan. Untuk tahap awal, perseroan akan fokus pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.

Namun, tidak tertutup kemungkinan Angkasa Pura Properti juga merambah bandara-bandara lainnya, seperti Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, dan Bandara Supadio di Pontianak yang menurut studi kelayakan pantas dibangun hotel kawasan.

Dari sisi biaya investasi, AP II menyiapkan dana sebesar Rp375 miliar untuk proyek empat hotel Angkasa Pura Properti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.

Dengan rincian, Awaluddin menjelaskan, sebesar Rp300 miliar untuk dua hotel bintang empat dan satu hotel bintang tiga di sekitar Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ketiga hotel itu akan memiliki kapasitas masing-masing 150 kamar.

Selain itu, Angkasa Pura Properti juga akan mendirikan hotel biaya murah (budget) berlantai enam dengan 150 kamar dengan nilai investasi Rp15 miliar tepatnya di area SPBU kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang saat ini dalam tahap persiapan konstruksi.

Sementara itu, untuk proyek hotel Bandara Internasional Kualanamu yang termasuk dalam program investasi Angkasa Pura Properti tahun ini adalah pendirian hotel bintang tiga di lantai mezzanine gedung terminal yang membutuhkan investasi sekitar Rp60 miliar.

"Kami meyakini, melalui penetrasi di bidang usaha baru melalui Angkasa Pura Properti, seperti halnya di industri perhotelan ini, maka akan meningkatkan portofolio dari AP II dan membantu meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non-aeronautika untuk dapat menyumbang hingga 50 persen lebih dari total pendapatan perseroan pada 2018," kata Awaluddin.

Di samping fokus pada pendirian hotel-hotel tersebut, ia menambahkan, Angkasa Pura Properti juga membangun sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, seperti pengembangan area parkir inap, pengembangan area peristirahatan SPBU di kawasan bandara, serta pengembangan properti perumahan di Tangerang bekerja sama dengan pengembang perumahan.