Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, tadi malam bursa saham global bergerak negatif karena harga minyak dunia yang kembali anjlok dan antisipasi kenaikan suku bunga The Fed.
Berdasarkan catatannya, indeks Dow Jones melemah 0,21 persen ke level 20.837,37, S&P500 terkoreksi 0,34 persen di level 2.365,45. Kemudian, indeks Eurostoxx di kawasan Eropa turun 0,47 persen di 3.399,43.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat 22,21 poin (0,41 persen) ke level 5.431. Hal ini didorong oleh aksi beli pelaku pasar mengantisipasi pembagian dividen sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tahun buku 2016.
Untuk hari ini, David memprediksi IHSG melanjutkan penguatannya dengan level support 5.410 dan resisten 5.450. Menurutnya, antisipasi pembagian dividen sejumlah emiten BUMN masih menjadi sentimen bagi laju IHSG. Namun, IHSG juga akan dibayangi oleh penguatan dolar AS yang akan berimbas negatif pada pergerakan nilai tukar rupiah.
"Pasar juga tengah menanti putusan sejumlah bank sentral dunia terkait kebijakan moneternya," imbuh dia.
"Pergerakan IHSG terlihat masih belum beranjak dari rentang konsolidasi, namun tekanan sudah terlihat mulai berkurang dengan potensi kenaikan yang mulai terlihat lebih besar," terang William dalam risetnya.