"Presiden mengharapkan sepanjang 2017-2019 sudah ada satu juta tenaga kerja yang terlatih dengan sistem ini (vokasional)," ujar Airlangga di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Senin (20/3).
Airlangga menjelaskan, di awal penyusunan pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hanya menyiapkan sekitar Rp941,6 miliar untuk menyokong sejumlah program pengembangan SDM industri dan dukungan manajemen Kemenperin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penambahan ini, program pengembangan SDM industri menjadi program dengan anggaran terbesar. Diikuti oleh program pengembangan teknologi dan kebijakan industri sebesar Rp593,46 miliar, dan program penumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) sebesar Rp333,81 miliar.
Sementara, untuk pelaksanaan program pengembangan SDM industri melalui program pendidikan vokasional, Kemenperin bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta beberapa industri terkait yang membutuhkan SDM.
"Kemenperin dorong yang sekolah vokasional. Kalau pelatihannya, Kemenaker yang dorong," imbuh Airlangga.
Airlangga bilang, pelaksanaan program vokasional dalam dua bulan pertama di 2017 telah dilakukan di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Timur dengan melibatkan sekitar 50 industri dan 234 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta 46 ribu pelajar SMK.
"Minggu depan, kami akan dorong ke Jawa Tengah, itu melibatkan sekitar 100 industri dan lebih dari 561 SMK serta 112 ribu pelajar SMK," jelas Airlangga.
Tak hanya tiga provinsi tersebut, program pendidikan vokasional juga akan diselenggarakan di Banten dan Sumatera Utara sebagai lima provinsi pertama. Selanjutnya, program vokasional juga akan menyebar di seluruh penjuru Tanah Air.
Sebagai informasi, program pengembangan SDM industri tahun ini menyedot 37,95 persen dari total pagu APBN 2017 sebesar Rp2,82 triliun. Sedangkan di tahun lalu, program ini menyedot 36,68 persen dari total realisasi APBN Perubahan 2016 sebesar Rp2,06 triliun.
Partisipasi Kadin
Sementara itu Ketua Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, dalam rangka mendukung program pendidikan vokasional pemerintah, Kadin Indonesia telah berhasil mencetak 24 grand-mentor dalam dua bulan terakhir dengan bekerjasama dengan Kadin Jerman.
Targetnya, lanjut Rosan, sampai akhir tahun ini, Kadin Indonesia mampu mencetak 80 grand-mentor. Selanjutnya, para grand-mentor akan melatih sekaligus mencetak sebanyak seribu super-mentor yang dipersiapkan untuk melatih sekitar 5.600 peserta vokasional.
Untuk kriteria pencetakan lulusan vokasional ini, sambung Rosan, mengikuti kebutuhan industri dari berbagai sektor agar tenaga kerja yang disiapkan dapat langsung bekerja di industri-industri tersebut.
Dengan begitu, kebutuhan tenaga kerja industri yang diperkirakan Rosan mencapai 500 ribu orang per tahun dapat terpenuhi dan itu berasal dari program vokasional ini.