Presiden Joko Widodo menuturkan, pembentukan dana abadi diperlukan karena pengalokasian anggaran pendidikan yang besar selama ini terlalu bersifat rutinitas. Permintaan pembentukan dana abadi yang lebih besar pun diinstruksikan Jokowi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sidang kabinet paripurna.
"Saya minta dibentuk dana abadi pendidikan. Jangan semua dihabiskan, tapi nggak tepat guna. Ini harus disisihkan, sehingga ada dana pendidikan yang besar," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi pun meminta, dana tersebut tidak diutak-atik dan ditujukan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan program pascasarjana hingga doktor di luar negeri.
"Bagaimana, siapa, dan kemudian prinsip penggunaan anggaran. Itu sedang kami formulasikan sesuai instruksi Bapak Presiden," ungkap Sri Mulyani.