Berdasarkan Statistik Perbankan OJK Februari 2017 yang dipublikasikan Selasa (18/1), peningkatan laba bersih perbankan tersebut antara lain dipicu turunnya beban operasional bank. Pada Februari 2017, pendapatan operasional bank tercatat sebesar Rp83,49 triliun, turun dibandingkan Februari 2016 sebesar Rp88,01 triliun.
Selain penurunan beban operasional, kenaikan pendapatan bunga bersih perbankan juga turut menyumbangkan pertumbuhan laba. Pada Februari, pendapatan bunga bersih perbankan tercatat naik 6,1 persen (yoy) menjadi Rp 57,02 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun penyaluran kredit perbankan sendiri tercatat tumbuh 8,57 persen (yoy) menjadi Rp4.308,08 triliun. Sementara itu, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) perbankan tergerus dari 5,47 persen pada Februari tahun lalu menjadi 5,28 persen.
"Rasio NPL Gross tercatat sebesar 6,4 persen per 31 Maret 2017, turun dari 8,8 persen pada Desember 2016," terangnya.
Sementara itu, peningkatan kinerja juga dicatatkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang mencatatkan kenaikan laba di kuartal pertama tahun ini sebesar 21,03 persen (yoy) menjadi Rp594 miliar.
Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit perseroan. Pada kuartal pertama tahun ini, BTN membukukan penyaluran kredit tumbuh 18,71 persen (yoy) menjadi Rp169,73 triliun.
“Laba bersih juga ditopang oleh naiknya pendapatan bunga perseroan sebesar 8,74 persen dari Rp4,19 triliun menjadi Rp4,56 triliun,” jelasnya.