Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan RPJMN disusun sebagai turunan dari visi misi Presiden Joko Widodo di mana kondisinya disesuaikan dengan kondisi pada waktu penyusunan.
Namun, perkembangan kondisi perekonomian dunia tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Tak ayal, dalam dua tahun terakhir, target RPJMN tidak tercapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realisasinya, pertumbuhan ekonomi 2015 hanya sebesar 4,8 persen, 2016 5,02 persen, dan target pertumbuhan ekonomi 2017 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 hanya 5,1 persen.
"Sebenarnya apa yang tercantum di RKP itu sudah merupakan revisi dari RPJMN-nya itu sendiri," ujarnya.
Penetapan RKP sendiri setiap tahunnya dilakukan dengan menerbitkan Perpres terkait. Setelah itu, pemerintah akan menyampaikan RKP kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk kemudian dibahas sebagai pedoman penyusunan APBN.