Direktur Utama Waskita Karya M Choliq menyebutkan, saat ini, kepemilikan ruas tol itu dipegang oleh Waskita Karya dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Total nilai untuk ruas tol tersebut, yakni Rp1,3 triliun. Namun, total nilai yang dikeluarkan perusahaan hanya sekitar Rp715 miliar.
"Nilainya kalau 100 persen itu Rp1,3 triliun, Pelindo 45 persen, kami 55 persen dari Malaysia," ujarnya, Kamis (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terakhir, pekan lalu, toll road Cibitung - Cilincing dari Malaysia, PT MTD CTP Expressway sekarang sudah dibeli oleh Waskita Toll Road," terang dia.
"Jadi, sama Pelindo II itu panjanganya 36 kilometer (km)," jelasnya.
Choliq mengaku, sudah tiga tahun terakhir ini Waskita Karya masuk sebagai perusahaan pengembangan proyek jalan tol dan langsung menjual ketika jalan tol sudah hampir selesai.
Hal ini berbeda dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang justru mengoperasikan beberapa ruas jalan tol. Bisnis ini juga diklaim membuat kinerja perusahaan terus tumbuh.
"Kontrak baru jadi loncat, tadinya hanya Rp22 triliun atau Rp23 triliun. Tapi, loncat tahun kemarin menjadi Rp70 triliun," pungkasnya.