Direktur Keuangan Kencana Agri Kent Surya menjelaskan, saat ini, Kencana Agri memiliki dua PLTU biomassa yang sudah beroperasi di Bangka Barat dan Belitung. Kapasitas PLTU di Belitung tercatat sebesar 7,5 MW.
"Satu lagi sedang kami bangun, kapasitasnya 6 MW. Disini juga operasional di Juni nanti," ujar Kent di Bangka Barat, Kamis (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, saat ini, kebutuhan listrik yang dibutuhkan untuk operasional pabrik di Bangka hanya sebesar 1,4 MW. "Nanti setelah PLTU yang baru terbangun, listrik yang kami akan jual kepada PLN dari dua PLTU tersebut sekitar 8 MW," terangnya.
Kent mengaku, perusahaan belum meraup keuntungan dari pembangunan PLTU biomassa. Pasalnya, harga listrik yang dibayarkan PLN hanya sebesar Rp1.310 per kwh. Padahal, ongkos produksi listrik mencapai Rp 1.052 per kwh.
"Kami masih bangun. Padahal, sebenarnya tidak menguntungkan karena kalau tidak bangun PLTU biomassa, sisa janjan kosong (cangkang sawit) yang banyak itu harus diurus dan itu menimbulkan biaya," jelasnya.