"Sebaiknya saham-saham sektor perdagangan sebaiknya harus dihindari," imbuh Nafan.
Namun begitu, ia melihat ada sedikit peluang sinyal beli (buy) untuk tiga emiten sektor perdagangan dan jasa, diantaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), dan Mitra Keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika sektor favorit sudah mengalami jenuh beli (overbought), tentu akan mencari sektor lain yang secara teknikal dinilai masih berada pada area oversold," pungkas Riska.
Berdasarkan akhir perdagangan Jumat (19/5) lalu, lima emiten dengan kapitalisasi besar di sektor tersebut, yakni United Tractors, Elang Mahkota, Matahari Department, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan Indoritel Makmur.
Secara keseluruhan, ia memberikan rekomendasi buy untuk saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring masih hangatnya sentimen positif dari Standard & Poor's (S&P).
Seperti diketahui, akhir pekan lalu lembaga pemeringkat internasional itu menaikan peringkat utang luar negeri jangka panjang Indonesia menjadi BBB- dari BB+ atau layak investasi.