Senior Executive Vice President BSM Niken Andonowarih mengungkapkan, kerja sama ini sejalan dengan fokus BSM pada segmen ritel. BSM Griya itu sendiri merupakan produk pembiayaan rumah yang menjadi salah satu produk unggulan BSM.
"Pembiayaan nasabah untuk kepemilikan kebutuhan rumah (landed house) masih menjadi prioritas bagi BSM" ujar Niken dalam penandatanganan kerja sama, Jumat (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membidik pertumbuhan 13 persen, karena potensi pembiayaan rumah cukup besar mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah. Salah satu strategi untuk meningkatkan portofolionya adalah bekerja sama dengan pengembang perumahan skala besar, termasuk PT Jaya Real Property" imbuh Niken.
Terlebih lagi, sasaran untuk proyek ini adalah masyarakat yang ingin tinggal di smart eco town, yaitu mereka yang masuk dalam pasar kelas menengah muslim. Selain itu, skema pembiayaan berbasis syariah menawarkan cicilan tetap sesuai perikatan murabahah.
"Tidak akan ada gejolak angsuran. Sesuai ketentuan syariah, bank tidak boleh mengubah yang sudah diperjanjikan di awal. Insyaallah, ini lebih aman dan nyaman untuk nasabah. Tentu saja, semua harus diiringi dengan kecepatan proses," terang dia.
Adapun, hingga Maret 2017, BSM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp50,78 triliun atau tumbuh sebesar 9,14 persen (year on year) dari Rp55,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Outstanding pembiayaan Griya per Maret 2017 tercatat sebesar Rp9,27 triliun dengan jumlah nasabah mencapai 44 ribu.
"Kami berharap, kerja sama akan berlanjut untuk proyek Jaya yang lainnya, sehingga menjadi pilihan dan memudahkan konsumen untuk memiliki rumah berdasarkan prinsip syariah" pungkas Niken.