Pakai Dana Haji, BSM Kucurkan Rp5 Triliun ke Infrastruktur

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Rabu, 01/03/2017 14:03 WIB
Pakai Dana Haji, BSM Kucurkan Rp5 Triliun ke Infrastruktur PT Bank Syariah Mandiri (BSM) berencana mengucurkan pembiayaan ke beberapa proyek infrastruktur yang digarap oleh entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Syariah Mandiri (BSM) berencana mengucurkan pembiayaan ke beberapa proyek infrastruktur yang digarap oleh entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT PLN (Persero) dengan total nilai proyek mencapai Rp5 triliun.

Direktur Wholesale Banking Kusman Yandi mengatakan, proyek pertama yang mungkin segera terealisasi yakni pengembangan wilayah pelabuhan Kuala Tanjung milik PT Pelindo I.

Sementara proyek lainnya yang sudah masuk dalam pipeline tahun ini yakni pembiayaan proyek infrastruktur yang digarap oleh dua perusahan BUMN karya dengan total nilai mencapai Rp2 triliun


"Selanjutnya adalah pembiayaan sindikasi syariah ke PLN dengan enam bank yang akan masuk ke sana, kita berikan penawaran kepada PLN sebesar Rp3 triliun," ujar Yandi, Rabu (1/3).

Ia mengatakan pembiayaan infrastruktur tahun ini memang menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis BSM, selain itu, BSM juga berkomitmen untuk mewujudkan sinergi di antara anak perusahaan BUMN.

Untuk mendanani proyek infrastruktur, BSM akan mengandalkan likuiditas yang berasal dari simpanan dana haji yang memiliki tenor panjang hingga 10 tahun. Karakter pendanaan ini dinilai cocok dengan karakter proyek infrastruktur yang memang memberikan imbal hasil dalam jangka panjang.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSM tahun lalu tercatat sebesar 12,62 persen secara tahunan dari Rp62,1 triliun per Desember 2015 menjadi Rp69,9 triliun per Desember 2016.

Sekitar 49,58 persen atau sebesar Rp34,7 triliun dari total DPK merupakan dana murah seperti giro dan tabungan. Adapun sepanjang tahun 2016 perseroan telah berhasil mengelola dana haji sebesar Rp 3,68 triliun.

"Kami juga dalam tahun ini juga berencana menerbitkan obligasi syariah (sukuk), ini akan mendukung pembiayaan infrastruktur kami ke depannya," jelas Yandi.

Sampai akhir tahun 2016 lalu,tercatat penyaluran pembiayaan BSM tumbuh 8,8 persen secara tahunan atau meningkat Rp4,5 triliun dari Rp51,1 triliun per posisi Desember 2015 menjadi Rp55,6 triliun per Desember 2016. Adapun portofolio pembiayaan wholesale Banking sebesar Rp24,79 triliun. (gir/gen)


BACA JUGA