China Harbour Engineering Company akan mengucurkan investasi sebesar US$1 miliar atau setara Rp13,3 triliun (berdasarkan asumsi kurs rupiah Rp13.300 per dolar Amerika Serikat) untuk mengolah lahan bekas tambang timah yang selanjutnya dibangun menjadi infrastruktur penunjang KEK.
Adapun, perusahaan ini akan bekerja sama dengan PT Belitung Pantai Intan (Belpi) yang merupakan satu dari tiga konsorsium pengelola KEK, Belitung Maritime. Dua perusahaan konsorsium lainnya, yakni PT Nusa Kukila dan PT Tanjung Kasuarina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sheraton akan selesai duluan, tahun depan. Katanya, itu akan menjadi hotel Sheraton yang paling mewah. Kalau tidak ada fasilitas seperti ini, entah kapan Belitung punya Sheraton dan Sofitel," ujarnya usai penandatangan nota kesepahaman, Rabu (7/6).
"Secara bertahap akan dikembangkan bandara yang semakin besar. Nanti juga follow up (ditindaklanjuti) ke Kementerian Pendidikan untuk pendidikan vokasinya. Mumpung ini masih awal," imbuh Darmin.
Bandara Kelas Internasional
Khusus untuk bandara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut, pemerintah akan menyulap Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin di Pulau Belitung yang saat ini dikelola Kementerian Perhubungan menjadi bandar udara internasional dengan menggandeng PT Angkasa Pura II (Persero).
"Bandara di Tanjung Pandan (Belitung) akan menjadi internasional karena potensi wisatanya bagus. Sekarang ada 13 penerbangan dalam setahun, kapasitasnya 800 penumpang, targetnya mesti 3 juta," kata Budi Karya pada kesempatan yang sama.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menambahkan, perseroan siap bekerja sama dengan pemerintah. Bahkan, untuk pengembangan Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin, AP II telah menyiapkan Rp300 miliar dari belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan.
"Prioritas kami, pengembangan terminal karena masih temporer. Lalu, untuk perluasan terminal domestik dan membuat internasionalnya. Prioritas juga untuk perluasan di avron, jenis pesawatnya, dan taxi way. Kalau runway masih pertahankan yang ada," pungkasnya.