Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, faktor penggerak IHSG lainnya akan berasal dari potensi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun, pasar juga perlu waspada dengan melemahnya harga komoditas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya bilang, pola transaksi pelaku pasar telah mengarah pada nuansa libur. Sehingga, ia menilai, IHSG berada dalam rentang konsolidasi wajar.
Karenanya, ia optimistis, pergerakan IHSG dalam jangka panjang masih akan berada dalam jalur tren kenaikan. Menurut dia, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.716 dan resistance 5.837.
Adapun, bursa saham Wall Street terkoreksi tadi malam setelah mencapai rekor terbaru pada perdagangan sebelumnya. Tercatat, Dow Jones turun 0,3 persen, S&P500 melemah 0,7 persen, dan Nasdaq terkoreksi 0,8 persen.
Sementara itu, IHSG berhasil bertahan di teritori positif dengan penguatan 0,87 persen ke level 5.791. Hal ini ditopang oleh aksi beli saham berbasis infrastruktur, otomotif, konsumsi, dan tambang batu bara.