"OJK telah mengkonfirmasi tanggal efektif 22 Juni 2017 untuk rights issue BUMI dan OWK," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava, Jumat (23/6).
Sekadar informasi, sebelumnya izin dari OJK sempat tidak sesuai target. Sejatinya, perusahaan menargetkan mendapatkan izin efektif pada 26 Mei 2017. Namun, karena ada dokumen yang perlu ditambah, perusahaan berharap, izin dapat diberikan satu minggu setelah target awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penyampaian surat tersebut, tidak lama kemudian OJK memberikan izin efektif kepada Bumi Resources, tepat sebelum libur lebaran.
"Setelah dilakukan penelaahan lebih lanjut, dan pernyataan pendaftaran tersebut menjadi efektif," jelas Nurhaida dalam keterangan resmi.
Rights issue yang diterbitkan sendiri mencapai Rp35 triliun atau sekitar US$2,6 miliar bernilai Rp926 per saham. Sementara, harga pelaksaaan OWK sebesar Rp1 per unit.
Sebagai informasi, jumlah saham yang diterbitkan untuk kebutuhan restrukturisasi utang mencapai 28,75 miliar saham. Dengan demikian, total saham setelah penerbitan tersebut akan menjadi 65,38 miliar.