Kepala Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, total fundraising pada sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp165 triliun. Fundraising itu mencakup dari penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
"Jadi kalau dilihat dari situ, kita bisa jaga momen ini terus. Mungkin kita bisa dua kali lipat pada akhir tahun ini," kata Nurhaida, Selasa (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu ada peringkat investasi, biaya modal menjadi turun. Kemudian, risiko negara menjadi berkurang. Ini mempunyai multiplier effect, di mana akan ada lagi perusahaan-perusahaan yang menerbitkan obligasi misalnya untuk melakukan pembangunan," papar Nurhaida.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menuturkan, pihaknya optimis jumlah penerbitan obligasi hingga akhir tahun ini dapat meningkat 30 persen jika dibandingkan dengan total emisi obligasi tahun lalu sebesar Rp112 triliun.
Adapun, bila dilihat jumlah perusahaan yang melakukan fundraising dengan melantai di BEI sepanjang semester I tahun ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Total emiten baru hingga pertengahan tahun ini mencapai 18 emiten. Padahal, total emiten baru sepanjang tahun lalu hanya 16 emiten dari target emiten yang sudah direvisi oleh BEI menjadi 25 emiten dari sebelumnya 35 emiten.