Dikutip dari Reuters, ekspor minyak dari OPEC meningkat di bulan Juni silam. OPEC tercatat melakukan ekspor sebesar 25,92 juta barel per hari di bulan lalu, meningkat 450 ribu barel per hari dibanding bulan Mei. Namun, ekspor tersebut meningkat 1,9 juta barel per hari dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini muncul di tengah komitmen OPEC untuk membatasi produksi hingga Maret 2018. Adapun kenaikan itu timbul dari Nigeria dan Libya yang memang dikecualikan dari kesepakatan pemangkasan produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, penguatan nilai tukar Dolar juga menekan harga minyak. Adapun sejauh ini, nilai tukar Dolar mendekati titik tertinggi dalam sepekan terakhir.
Namun, harga kemudian membaik pasca penutupan perdagangan setelah American Petroleum Institute mencatat penurunan persediaan minyak sebesar 5,8 juta barel ke angka 503,7 juta barel pada pekan lalu. Angka ini melebihi ekspektasi sebelumnya, di mana persediaan minyak akan turun 2,3 juta barel.
Setelah ini, pelaku pasar juga tengah menunggu data dari Energy Information Administration (EIA) AS di hari ini.