Pasalnya, penghematan anggaran dengan cara tidak mencairkan (self blocking) akan menjaga defisit fiskal tidak melebihi ketentuan, 3 persen.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah memperkirakan defisit di akhir tahun akan ada di level 2,67 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau melebar dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, 2,41 persen dari PDB. Bahkan,dalam rancangan APBN perubahan tahun ini defisit diperkirakan mencapai 2,92 persen PDB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, self-blocking penggunaan anggaran sudah lama berlaku di Indonesia dan merupakan bentuk efisiensi. Selama ini, belanja pemerintah juga tidak pernah terealisasi sepenuhnya. Secara rata-rata, realisasi belanja K/L hanya berkisar 90-92 persen dari total anggaran per tahun.
Indonesia, lanjut Agus, memiliki pekerjaan rumah dalam hal pengelolaan fiskal terutama dalam hal mendorong penerimaan, pengelolaan defisit fiskal,dan menajemen utang yang lebih sehat.
Secara umum, Agus meyakinkan bahwa indikator perekonomian dalam kondisi baik. Meskipun pemerintah memangkas belanja K/L, BI tetap meyakini pertumbuhan ekonomi tahun ini akan ada di titik tengah kisaran 5,0 hingga 5,4 persen.
Capaian itu ditopang kuatnya konsumsi masyarakat yang kuat, pertumbuhan investasi yang lebih baik dari tahun lalu, dan perbaikan ekspor dan impor seiring membaiknya harga komoditas. (gir)