Pertemuan bilateral dilakukan di sela-sela perhelatan KTT G20 di Hamburg Messe Und Congress, Sabtu (8/7) waktu setempat. Adapun, nilai perdagangan tahun lalu tumbuh 40,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara, investasi meroket hingga 772 persen, termasuk peningkatan investasi portofolio dari Pension Global Fund Norwegia. "Perkembangan positif ini perlu terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan," ujar Jokowi kepada PM Erna, mengutip siaran pers, Minggu (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harapkan, dukungan Yang Mulia agar negosiasi Indonesia-EFTA CEPA (European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement) dapat diselesaikan tahun ini," katanya.
Menurut Jokowi, resolusi ini tidak sejalan dengan semangat kerja sama REDD+ antara Indonesia dan Norwegia dan menafikan upaya-upaya Indonesia terkait penanggulangan perubahan iklim, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
"Saya percaya bahwa Pemerintah Norwegia akan mendukung hubungan perdagangan yang terbuka dan fair," terang dia.
"Saya ingin mendorong formalisasi kerja sama di bidang ini, mencakup pemberantasan IUU Fishing, tata kelola perikanan, budidaya berkelanjutan dan perlindungan laut," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.