Rupiah Berotot Terhadap Dolar AS dan Yen Jepang

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 17/07/2017 14:52 WIB
Rupiah Berotot Terhadap Dolar AS dan Yen Jepang Namun, apabila dibandingkan dengan dua mata uang asing lainnya, euro dan dolar Australia, rupiah tercatat kurang darah. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) melansir informasi nilai tukar eceran secara periodik pada Juni 2017 terhadap empat mata uang asing, yakni dolar Amerika Serikat (AS), yen Jepang, euro hingga dolar Australia.

Sepanjang Juni 2017, nilai tukar rupiah terhadap dua mata uang asing tercatat menguat, yaitu dolar AS dan yen Jepang. BPS menyebutkan bahwa rupiah sempat terapresiasi hingga 0,21 persen terhadap dolar AS, namun kembali berotot pada pekan kedua Juni.

Penguatan rupiah terhadap dolar AS terjadi dengan level rata-rata nasional kurs tengah Rp13,273 per dolar AS.


Sementara, pada minggu terakhir Juni 2017, rata-rata nasional nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 28,02 poin atau 0,21 persen dibandingkan kurs pada minggu terakhir Mei 2017.

Adapun, penguatan rupiah terhadap yen Jepang mencapai 0,52 persen. Penguatan terjadi pada pekan keempat Juni dengan rata-rata nilai kurs tengah sebesar Rp118,75 per yen.

Berdasarkan provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Bali yang mencapai Rp13.101,88 per dolar AS pada minggu keempat Juni 2017. Sedangkan, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sumatra Utara dengan nilai Rp13.355 per dolar AS.

Sayangnya, nilai tukar rupiah juga tercatat mengalami pelemahan jika dibandingkan dengan mata uang euro dan dolar Australia. Rupiah terdepresiasi hingga 1,06 persen terhadap euro pada Juni 2017 dengan nilai tukar mencapai Rp14.996 per euro yang jatuh di pekan keempat pada periode yang sama. (bir)