"Terhadap perumusan panja atas pelaksanaan APBN 2016 bisa sepakati? Sepakat ya," ujar Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin saat rapat bersama pemerintah di Gedung DPR, Selasa (25/7).
Kendati telah disepakati, Anggota Banggar DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ecky Awal Mucharam meminta pemerintah betul-betul memperhatikan rekomendasi panja. Salah satunya, yakni meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) yang masih mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, mekanisme peningkatan kualitas LKKL telah dirumuskan oleh Kementerian Keuangan. Perumusan telah dilakukan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga hasil audit dan masukan yang diberikan oleh BPK.
Lihat juga:BPK Yakinkan Opini Yang Diberikan Teruji |
"Saya bahkan ingin mengundang Banggar agar kita bisa membuat siklus anggaran yang baik. Saya juga sudah minta Dirjen Perimbangan dan Dirjen Perbendaharaan untuk melakukan hal ini," kata Sri Mulyani.
Lalu, belanja negara sebesar Rp1.864,27 triliun atau sekitar 89,5 persen dari target Rp2.082,94 triliun. Realisasi belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.154,01 triliun atau mencapai 88,32 persen dari target Rp1.306,89 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp710,25 triliun atau sebesar 91,5 persen dari target Rp776,25 triliun.
Kemudian, defisit anggaran pemerintah sebesar Rp308,34 triliun atau sekitar 2,49 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kemudian Selisih lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun berjalan sebesar Rp26,16 triliun.