Direktur BCA Santoso Liem mengungkapkan, BCA meminta fleksibiltas untuk banyak terlibat dalam sistem pembayaran yang disediakan di fasilitas publik seperti kereta api, jalan tol, hingga parkir.
Adapun strategi BCA untuk meningkatkan transaksi atau penggunaan uang elektronik menurut Susanto adalah lebih menyasar untuk transaksi kecil dengan begitu kecenderungan jumlah transaksi Flazz akan meningkat dan biaya investasi (ticket size) makin kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya kami sangat berharap dengan NPG, interoperatbilitas terbuka, semua fasilitas publik bisa kita manfaatkan," ujar Santoso kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/1).
"Kami tidak memiliki target pendapatan sampai angka tertentu, tapi kami berharap pertumbuhan kartu Flazz yang beredar bisa mencapai 1 juta per tahun," jelasnya.
Santoso mencatat, saat ini sebaran kartu Flazz di Indonesia telah mencapai 9,5 juta keping dengan rata-rata transaksi kartu Flazz mencapai sekitar 10 juta transaksi per bulan dengan jumlah volume transaksi tiap bulan mencapai Rp 50 miliar.
Adapun volume transaksi uang elektronik per November 2016 tercatat sebanyak 66,31 juta atau naik 8,19 persen dibanding bulan Oktober 2016 sebanyak 61,29 juta.
Sementara total transaksi uang elektronik tercatat sebesar Rp 831,97 miliar pada November tahun lalu, jumlah tersebut naik pesat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 584,31 miliar atau tumbuh 42,38 persen. (gir)