Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Liem mengungkapkan jumlah outlet DSP yang saat ini ada 700 outlet bakal ditekan menjadi kisaran 500 hingga 600 outlet di akhir tahun. Banyaknya outlet yang ditutup harus seizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Biasanya cabang-cabang yang marketnya sudah jenuh, cabang-cabang yang tidak bisa tumbuh atau kredit bermasalahnya (Non Performing Loan/NPL) tinggi itu cabang-cabang yang akan kita tutup," Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim dalam konferensi pers di Menara Danamon, Selasa (24/7).
Kendati ada penutupan, Vera menekankan penyesuaian jumlah sumber daya manusia akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, kalaupun ada pengurangan, pegawai terkait akan menerima hak-haknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per akhir Juni 2017, penyaluran kredit segmen mikro melorot 32 persen secara tahunan menjadi Rp8,5 triliun karena kompetisi dan permintaan yang menurun. Hingga akhir tahun, penyaluran kredit segmen mikro juga diperkirakan turun 37 hingga 40 persen.
Kemudian, NPL kredit mikro juga jauh di atas rata-rata perusahaan. Per akhir semester I 2017, NPL kredit mikro capai 10 persen, level itu telah dijaga dalam sembilan bulan terakhir. Sementara, NPL perusahaan hanya ada di kisaran 3,2 persen.
"Saat ini fokus kita pembenahan dulu. Kalau kami tidak benahi tidak akan bagus," jelas Vera.
Selain efisiensi, upaya menjaga kualitas kredit juga dilakukan dengan fokus kepada upaya penagihan (collection). Jika penagihan tidak dilakukan dengan benar, modal perseroan bisa tergerus.
Upaya pengendalian NPL membuah hasil dengan turunnya biaya pencadangan kredit di segmen mikro sebesar 50 persen.
"Upaya pengendalian NPL akan kami lanjutkan di akhir tahun," ujarnya.
Selain itu, untuk mendongkrak kinerja, perusahaan juga akan menggenjot produk-produk baru yang nominalnya di bawah Rp500 juta.