Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per semester I 2017, investasi tumbuh sekitar 12,94 persen dibandingkan capaian investasi semester I 2016 sebesar Rp298,1 triliun. Tercatat, investasi selama Januari-Juni 2017 nilai investasi mencapai Rp336,7 triliun atau sekitar 49,6 persen dari target investasi tahun ini senilai Rp678,8 triliun.
Namun, realisasi pertumbuhan investasi tersebut justru berbanding terbalik dengan realisasi penyerapan tenaga kerja yang mengalami penurunan sekitar 20,89 persen pada semester I 2017. Pasalnya, selama enam bulan pertama di tahun ini, jumlah tenaga kerja yang terserap hanya 539.457 orang. Padahal, pada semester I 2016 jumlah tenaga kerja yang terserap mampu mencapai 681.909 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, menurut analisa sementaranya, Sri Mulyani melihat wajar bila pertumbuhan investasi tak sebanding penyerapan tenaga kerja. Pasalnya, ada kecenderungan bahwa beberapa investasi mengalir ke sektor industri yang memang tak banyak membutuhkan tenaga kerja, sehingga hasil capaiannya tak sejalan.
"Nampaknya (investasi) cukup tinggi seperti ke industri kimia, itu kecenderungan penyerapan tenaga kerjanya lebih kecil dibandingkan manufaktur atau konstruksi,'' kata Sri Mulyani.