Dalam keterangan resmi Moody's dijelaskan, penerbitan surat utang US$500 juta tersebut untuk membiayai kembali (refinancing) surat utang sebesar US$500 juta yang jatuh tempo pada Februari tahun depan.
"Gajah Tunggal mengumumkan penawaran surat utang ini langkah penting dalam proses refinancing dan memberi isyarat bahwa perusahaan memiliki akses beberapa opsi untuk menangani peningkatan risiko refinancing," papar Vice President and Senior Credit Officer Moody's, Brian Grieser, dikutip Senin (31/7).
Brian menyebut, jika refinancing ini bisa dilakukan, maka rating surat utang terbaru ini berpotensi dinaikan menjadi B2. Hal itu akan mencerminkan Gajah Tunggal performa operasional yang solid, peningkatan metrik kredit, dan mengurangi risiko refinancing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan akan membatasi pertumbuhan kapasitas belanja modal Gajah Tunggal," sambung Brian.
Menurut Brian, jika perusahaan gagal menyelesaikan proses refinancing maka Moody's akan menurunkan peringkat yang sebelumnya telah diberikan karena dinilai tidak mampu mengumpulkan dana untuk menyelesaikan utang.
Sebelumnya, Moody's juga memberikan peringkat Caa1 untuk surat utang senilai US$500 juta yang akan jatuh tempo pada Februari 2018 dan Corporate Family Rating (CFR).