Kuartal II 2017, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 11:21 WIB
Kuartal II 2017, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen Capaian tersebut sama persis dengan ekonomi kuartal I 2017, namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal ​​ II 2016 yang mencapai 5,18 persen. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 sebesar 5,01 persen. Capaian tersebut sama persis dengan ekonomi kuartal I 2017, namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 yang mencapai 5,18 persen.

Kepala BPS Suhariyanto atau yang akrab disapa Ketjuk mengatakan, dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 dipengaruhi oleh belanja pemerintah yang meningkat dibandingkan kuartal II 2016, di mana belanja pemerintah mencapai Rp493,29 triliun atau sebesar 23,71 persen dari target.

"Belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah meningkat," ujar Ketjuk di kantornya, Senin (7/8).

Selain itu, pengaruh domestik lainnya, yaitu cukup terjaganya inflasi Januari-Juni 2017 sebesar 1,17 persen secara tahun berjalan (ytd), meski cukup tinggi secara tahunan (yoy) sebesar 4,37 persen.


Sementara, dari sisi global, sentimen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Tanah Air, yaitu perbaikan ekonomi dunia yang kemudian turut mengerek harga sejumlah komoditas dan secara otomatis membuat kinerja perdagangan kian subur.

Tercatat, sepanjang semester I 2017, kinerja perdagangan membuahkan surplus sebesar US$7,63 miliar yang berasal dari nilai ekspor sebesar US$79,96 miliar atau tumbuh 14,03 persen dari semester I 2016, sedangkan impor senilai US$72,33 miliar atau tumbuh 9,6 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, catatan investasi turut memberi sentimen positif, di mana data Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) menyebutkan bahwa nilai investasi pada kuartal II 2017 sebesar Rp170,7 triliun atau tumbuh 12,7 persen dibandingkan kuartal II 2016. Sehingga kumulatif investasi semester I 2017 mencapai Rp336,7 triliun atau 49,6 persen dari target Rp678,8 triliun.

Kemudian, perbaikan ekonomi di Amerika Serikat dan China juga turut mempengaruhi pergerakan ekonomi Tanah Air.

Adapun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun ini sebesar 5,2 persen atau meningkat tipis dari target sebelumnya sebesar 5,1 persen dalam APBN 2017.