Kepala BPS Suhariyanto atau yang akrab disapa Ketjuk mengatakan, dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 dipengaruhi oleh belanja pemerintah yang meningkat dibandingkan kuartal II 2016, di mana belanja pemerintah mencapai Rp493,29 triliun atau sebesar 23,71 persen dari target.
"Belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah meningkat," ujar Ketjuk di kantornya, Senin (7/8).
Selain itu, pengaruh domestik lainnya, yaitu cukup terjaganya inflasi Januari-Juni 2017 sebesar 1,17 persen secara tahun berjalan (ytd), meski cukup tinggi secara tahunan (yoy) sebesar 4,37 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, sepanjang semester I 2017, kinerja perdagangan membuahkan surplus sebesar US$7,63 miliar yang berasal dari nilai ekspor sebesar US$79,96 miliar atau tumbuh 14,03 persen dari semester I 2016, sedangkan impor senilai US$72,33 miliar atau tumbuh 9,6 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Kemudian, perbaikan ekonomi di Amerika Serikat dan China juga turut mempengaruhi pergerakan ekonomi Tanah Air.
Adapun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun ini sebesar 5,2 persen atau meningkat tipis dari target sebelumnya sebesar 5,1 persen dalam APBN 2017.