BI Minta Dunia Usaha Berani Ekspansi

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 21/07/2017 15:41 WIB
BI Minta Dunia Usaha Berani Ekspansi Lambatnya pemulihan ekonomi juga berimbas pada belum pulihnya permintaan kredit. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) meminta dunia usaha untuk berani melakukan ekspansi usaha pada tahun ini. Ekspansi dunia usaha dibutuhkan guna memacu laju pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

"Sektor dunia usaha seharusnya sudah tidak perlu menunggu lagi, apalagi yang mau ditunggu? Mulai saja investasi kalau sudah punya rencana-rencana investasi di awal tahun,” ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di kompleks BI, Jumat (21/7).

Menurut Mirza, pelaku usaha di dalam negeri seharusnya percaya diri untuk melakukan ekspansi bisnis. Pasalnya, secara politik, Indonesia dalam keadaan stabil. Selain itu, kondisi fundamental ekonomi juga dalam kondisi baik. 


"Jadi mulai saja investasi. Nanti kalau sudah investasi kan juga perlu tambahan kredit dan juga harga komoditas kan sudah mulai membaik," ujarnya.
Mirza mengaku, pemulihan ekonomi pada paruh pertama tahun ini masih berada di bawah perkiraan. Dia menaksir, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini akan sama dengan kuartal sebelumnya di kisaran 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kondisi tersebut antara lain, disebabkan belum pulihnya daya beli masyarakat yang terkonfirmasi oleh lesunya permintaan sektor retail.

"Sesuai dengan siklus pengeluaran perusahaan dan siklus pengeluaran APBN di semester II yang selalu lebih besar dibandingkan semester I, harapannya PDB kuartal III sudah lebih baik daripada PDB kuartal II," ujarnya.

Lambatnya pemulihan ekonomi juga berimbas pada belum pulihnya permintaan kredit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2017, penyaluran kredit tercatat tumbuh 8,7 persen (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 9,5 persen (yoy).
Selain karena belum pulihnya permintaan, lambatnya penyaluran kredit juga disebabkan oleh bank yang masih berupaya menekan tingkat kredit bermasalah.

“Semakin cepat perbankan melakukan restrukturisasi kredit atau membersihkan neracanya, maka semakin siap bank memberikan kredit baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mirza menegaskan, BI akan terus mencermati perkembangan perekonomian, baik pada tingkat domestik maupun global.