"Jadi untuk double digit tidak mungkin, karena kan semester I ada Lebaran. Kalau natal di semester II tidak terlalu besar," kata Christine.
Kendati demikian, ia tetap optimistis kinerja emiten ritel tetap akan tumbuh hingga akhir tahun ini. Sehingga, pelaku pasar direkomenasikan untuk tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya di emiten ritel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga: Lika-liku Nyonya Meneer Menuju Tubir |
Sementara, Faisal menilai, penurunan tingkat konsumsi masih akan terjadi pada semester II ini. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan stimulus untuk menggenjot daya beli masyarakat, seperti menurunkan tingkat suku bunga.
Selain stimulus, pemerintah juga perlu memberikan kepastian kepada masyarakat agar mereka mau membelanjakan uangnya kembali. Bila masyarakat sudah kembali percaya dengan kondisi ekonomi dalam negeri, maka masyarakat tidak akan menahan konsumsinya seperti saat ini.
Lihat juga: Pemerintah Lacak Akar Masalah Lesunya Daya Beli |
"Kalau tidak ada perkembangan global dan stimulus pemerintah diperkirakan pertumbuhan ritel 2017 hanya 6 persen-7 persen," pungkas Roy.
Ilustrasi kinerja keuangan. (CNN Indonesia/Fajrian)