Direktur Keuangan WIKA Steve Kosasih mengatakan, rencananya penyerapan dana dari obligasi global tersebut akan digunakan untuk pembiayaan proyek infrastruktur jangka panjang. Namun demikian, perusahaan masih akan melihat minat pasar terlebih dahulu.
"Kami juga masih melihat kemungkinan global dengan mata uang rupiah, tapi kalau global dengan mata uang rupiah harus rating dulu," ujar Steve, Selasa (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak akhir tahun ini, ya tahun depan. Namun, karena kami pakai buku laporan keuangan Juni, kami mau akhir tahun ini," terang Steve.
"Untuk membiayai proyek-proyek panjang tidak bisa pakai pembiayaan biasa, misalnya pembangkit listrik beli lahannya tidak bisa pakai pinjaman perbankan. Jadi, makanya terbitkan obligasi," jelasnya.
Sementara itu, untuk proyek pembangkit listrik sendiri perusahaan menargetkan dapat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas sebesar 600 mega watt (MW) hingga akhir tahun ini.
"WIKA ini untuk pembangkit listrik ada dua bidangnya Engineering, Procurement, dan Constraction (EPC) dan bidang investasi," pungkasnya. (bir)