Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengungkapkan, sebetulnya, tertahannya pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017 bisa dihindari (unforced error). Seandainya saja, belanja pemerintah pada kuartal II bisa tumbuh lebih kencang.
Berdasarkan data BPS, belanja pemerintah pada kuartal II minus 1,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Padahal, pada kuartal II 2016, belanja pemerintah masih bisa tumbuh 6,28 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara juga bergeser, yakni dari kuartal II ke kuartal III. Padahal, gaji ke-13 mampu menambah pendapatan masyarakat yang bisa digunakan untuk konsumsi.
Lebih lanjut ia menuturkan, guna menjaga kestabilan ekonomi, Berly meminta pemerintah tidak melemparkan isu-isu kebijakan yang berpotensi membuat gaduh, seperti rencana kebijakan pajak dan isu-isu lain.
Jika hal itu dilakukan, Berly yakin ekonomi kuartal III akan melaju lebih kencang dari kuartal II. "Pertumbuhan ekonomi kuartal III memang diharapkan lebih baik," imbuh dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan mempercepat aliran dana bantuan sosial (bansos) di paruh kedua tahun ini guna membangkitkan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat.
Adapun bansos akan diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan program pemberian beras sejahtera (Rastra) kepada masyarakat kalangan bawah.
"Eksekusi PKH dan Rastra yang kemarin (kuartal II) memang agak terlambat sebulan dan (terdampak dari) berbagai program bantuan sosial yang lain," pungkasnya.