Survei BPS: Orang Lajang Indonesia Paling Bahagia

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 15/08/2017 13:18 WIB
Survei BPS: Orang Lajang Indonesia Paling Bahagia Indeks Kebahagiaan Indonesia 2017 mencatat orang yang belum menikah (single) ternyata memiliki angka kebahagiaan lebih tinggi. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data hasil survei yang cukup menarik, yakni data Indeks Kebahagiaan Indonesia 2017. Dari data tersebut terungkap bahwa orang yang belum menikah (single) ternyata memiliki angka indeks kebahagiaan tertinggi dari status lainnya.

Menurut data BPS, indeks kebahagiaan penduduk yang belum menikah cenderung lebih tinggi (71,53) dibandingkan dengan penduduk dengan status perkawinan yang lain.
Sementara untuk penduduk dengan status menikah memiliki indeks kebahagian 71,09, penduduk dengan status cerai hidup memiliki indeks kebahagian 67,83 dan penduduk dengan status cerai mati memiliki indeks kebahagiaan 68,37.

Jika dilihat dari Subdimensi Kepuasan Hidup Personal, penduduk yang belum menikah memiliki indeks tertinggi (68,36) dibandingkan dengan status perkawainan yang lain. Sementara penduduk yang mengalami cerai hidup tercatat sebagai kelompok orang dengan tingkat kebahagian paling rendah.

"Kalau single paling happy, setelah itu dia menikah indeks kebahagiannya turun sedikit, lalu ketika cerai maka indeks kebahagiannya turun drastis," Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Selasa (15/8).


Dari kategori jenis kelamin, BPS mencatat ternyata laki-laki lebih bahagia dari perempuan. Laki-laki memiliki indeks kebahagian hingga 71,12 lebih tinggi dari indeks kebahagian wanita yang hanya mencapai 70,30.

"Hasil ini tidak berubah sejak survei 2012," ujarnya.

Ia mengatakan pengukuran indeks kebahagian dalam masyarakat sangat penting. Guna melengkapi indikator pembangunan yang berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan pembangunan.

Indeks pembangunan menurutnya bukan hanya sebatas angka pertumbuhan ekonomi, namun juga harus dilihat dari aspek sosial dan psikologis masyarakat secara menyeluruh.

"Tujuan pembangunan adalah mensejahterakan masyarakat dari kualitas hidup dan ekonominya. Ekonomi yang bagus tidak menjamin penduduknya bahagia," ujarnya.

Secara menyeluruh, Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017 berdasarkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) sebesar 70,69 pada skala 0–100.

Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017 merupakan indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi, yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).

Kontribusi masing-masing dimensi terhadap Indeks Kebahagiaan Indonesia adalah Kepuasan Hidup 34,80 persen, Perasaan (Affect) 31,18 persen, dan Makna Hidup (Eudaimonia) 34,02 persen. (gir/gir)