"Pertumbuhan ULN tersebut juga jauh lebih lambat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 6,8 persen (yoy)," tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (15/8).
Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan ULN tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat dan berlanjutnya kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta.
Tercatat, pada akhir kuartal II 2017, ULN sektor publik yang mendominasi sekitar 50,8 persen dari total ULN mencapai US$170,3 miliar atau tumbuh 7,3 persen (yoy). Pada akhir kuartal I, ULN sektor publik tumbuh 10 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan jangka waktu, ULN jangka panjang masih mendominasi porsi ULN Indonesia pada kuartal II 2017. Posisi ULN jangka panjang pada akhir kuartal II 2017 tercatat sebesar US$290 miliar (86,5 persen dari total ULN), sedangkan posisi ULN jangka pendek tercatat US$45,3 miliar (13,5 persen dari total ULN).
Rasio tersebut juga masih lebih baik dibandingkan dengan negara setara, seperti Malaysia dan Turki.
"Bank Indonesia tetap terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," pungkas Agusman. (gir)