Analisis

Menakar Optimisme Kucuran Investasi Ekonomi Jokowi 2018

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 22/08/2017 12:18 WIB
Pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi cukup optimistis tahun depan yakni 5,4 persen, dengan dukungan investasi. Bagaimana ekonom memandang target tersebut? (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi cukup optimistis tahun depan yakni 5,4 persen. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi APBNP tahun ini yang diperkirakan mencapai 5,2 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim angka itu tidak ambisius. Menurut dia, pemerintah sudah menghitung secara realistis dengan pertimbangan kondisi ekonomi global dan domestik.

Selain dari konsumsi rumah tangga, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan juga akan ditopang oleh investasi. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi salah satu pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi tahun depan.


"Ekspor yang bisa mulai tumbuh semester ini nampaknya sudah cukup menjanjikan. Jadi kalau ini momentumnya tetap dijaga dengan tumbuh sekitar 5-8 persen, maka kami bisa mendapatkan pertumbuhan," jelasnya, (16/8).


Di sisi investasi, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2018, pemerintah pun menetapkan sejumlah strategi investasi seperti meingkatkan pembangunan infrastruktur dasar dan proyek fisik lainnya.

Meneropong Optimisme Kucuran Investasi di 2018(CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Hal itu terfokus pada pemerataan antar wilayah, pengadaan mesin, perlengkapan dan peralatan industri baru, penguatan belanja modal (capital expenditure/capex) dari pasar modal hingga peningkatan peran belanja modal BUMN dan perusahaan swasta.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan turut andil untuk mencapai angka pertumbuhan investasi tersebut. Namun, porsinya tergolong kecil, hanya 8 persen.

Selain dari pemerintah lanjut Suahasil, pertumbuhan investasi tersebut bersumber dari kredit perbankan yang porsinya sebesar 9 persen dari total investasi. "Tahun ini kita inginkan tinggi, bisa tidak 11 persen? Tetapi estimasi dari kelompok perbankan sampai saat ini masih rendah," kata Suahasil.


Selain itu, pertumbuhan investasi tersebut akan disumbang oleh industri pasar modal yang porsinya mencapai 17 persen dari total investasi, serta BUMN dengan porsinya 10 persen dari total investasi.

Tak hanya itu, ada juga penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang porsinya mencapai 15 persen hingga 16 persen. "Porsi lain dari sumber internal dan perusahaan sendiri, profit yang ditanamkan kembali menjadi investasi," tambahnya.

Konsistensi Kebijakan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2