Sekretaris Perusahaan Ratna Ningrum menjelaskan, kontrak baru itu diraih dari beberapa proyek, seperti proyek jalan tol Legundi-Blunder Rp3 triliun dan Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp1,5 triliun.
"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, nilai kontrak dalam setahun dikelola Rp15 triliun, sekarang (Juli) sudah Rp16,5 triliun," papar Ratna, Selasa (22/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebetulnya, target itu tidak jauh berbeda dengan target kontrak baru tahun lalu yang juga sekitar Rp12 triliun. Pada semester I ini kontrak baru perusahaan tercatat naik 34 persen menjadi Rp5,57 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp4,15 triliun.
"Untuk rentang harga tidak bisa kami sebut, kami melihat pasar kapan kami masuk," terang Ratna.
Menurut Ratna, perseroan akan membeli kembali saham maksimal tujuh persen. Namun, pembelian itu akan dilakukan secara bertahap. Untuk dananya sendiri, perusahaan telah menyiapkannya secara internal.
"Uang dari kas kami, kan ada dana dari induk, jadi dari induk dipercepat pencairannya," tutur dia.