Vietnam Bakal Impor Batu Bara Indonesia

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 24/08/2017 10:13 WIB
Vietnam Bakal Impor Batu Bara Indonesia Indonesia dan Vietnam menyadari ada peningkatan permintaan batu bara untuk pembangkit listrik di kedua negara. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melakukan penandatanganan dua poin nota kerja sama di bidang energi dengan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh. Salah satu poin memorandum tersebut adalah pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku pembangkit listrik di Vietnam.

"Kedua belah pihak menyadari ada peningkatan permintaan batu bara untuk pembangkit listrik di kedua negara. Indonesia menyambut baik perusahaan Vietnam untuk mengimpor batu bara dari Indonesia dan berinvestasi di sektor pertambangan batu bara di Indonesia," ujarnya lewat siaran pers, Rabu (23/8).

Tak hanya soal batu bara, kedua negara juga sepakat untuk memanfaatkan gas di lintas batas negara. Hal ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM sejak Maret silam, yang dilanjutkan dalam pertemuan The 7th Indonesia - Vietnam Joint Commission on Economic, Scientific and Technical Cooperation (JC-ESTC) di Hanoi pada 12 Agustus 2017 lalu.


Di dalam JC-ESTC kemarin, kedua negara sepakat untuk mengimplementasikan proyek kerja sama eksplorasi dan eksploitasi migas dan mencari peluang kerja sama baru di proyek migas Tuna yang terletak di laut Natuna.

"Tujuan dari penandatanganan ini untuk memfasiltasi dan meningkatkan kerja sama bilateral di bidang pemanfaatan gas di wilayah lintas batas dan pemanfaatan batu bara untuk pembangkit listrik dengan azas persamaan dan saling menguntungkan kedua negara," kata Jonan.

Ia melanjutkan, kerja sama ini memiliki masa berlaku lima tahun atau berakhir pada 2022 mendatang. Bahkan, kerja sama ini bisa diperpanjang jika memang hasilnya memuaskan.

"Kerja sama ini sangat mungkin diperpanjang dengan kesepakatan tertulis bersama jika hasilnya baik," tutup Jonan.

Bangun Pelabuhan Batu Bara di Vietnam

Di waktu yang sama, PT Intra Asia Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Vietnam untuk membangun pelabuhan di Vietnam Selatan. Pelabuhan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi kebutuhan batu bara dari Indonesia ke Vietnam sebagai bahan baku pembangkit listrik di Vietnam.

Komisaris Intra Asia Indonesia Lutfi Ismail berharap, proyek senilai US$1 miliar ini mampu memperkecil biaya logistik batu bara dari Indonesia ke Vietnam. Selain itu, pembangunan juga bisa membantu perkembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Vietnam.

"Pelabuhan tersebut nantinya khusus untuk kebutuhan kargo dan logistik impor atau ekspor antara Vietnam dan Indonesia, utamanya batu bara. Karena selain untuk pengangkutan batu bara, fasilitas ini juga ssebagai fasilitas penyimpanan batu bara di darat," terang dia.

Menurut data perusahaan, Indonesia telah mengekspor lebih dari 1,5 juta ton batu bara ke Vietnam dan nilainya diprediksi akan bertambah menjadi 4,5 juta ton di tahun ini.

Berdasarkan data dari perusahaan operator listrik Vietnam, Electricity Vietnam (EVN), batu bara menyumbang 30 persen dari total listrik nasional yang mencapai 42 ribu Megawatt (MW).