Fraksi PDI Perjuangan menilai target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2018 yang ditetapkan sebesar 5,4 persen lebih realistis. Diharapkan, target yang realistis tersebut bisa menjaga daya beli masyarakat khususnya menengah ke bawah.
"Pemerintah harus meyakinkan kepada masyarakat dan dunia usaha bahwa ekonomi masih dalam koridor yang direncanakan, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga dan pasar mampu merespon positif," ujar Juru Bicara PDIP Adisatrya Suryo Sulisto, Kamis (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa mengurangi apresiasi, fraksi Gerindra menilai RAPBN 2018 masih jauh dari harapan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat sesuai dengan tujuan pembangunan nasional," ujar Juru bicara fraksi Gerindra Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Rahayu, target penerimaan pendapatan terus direvisi berulang kali, namun tidak jelas pencapaiannya. Bahkan Gerindra memperkirakan pada tahun 2018, pendapatan negara akan meleset (shortfall) paling tidak Rp100 triliun.
Selain itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga meminta pemerintah serius dalam menghimpun pendapatan negara untuk membiayai pembangunan negara seperti tertuang dalam RPJMN 2015-2019 yang masih membutuhkan pendanaan cukup besar.
"PAN berharap, ke depan pemerintah mendapat formulasi pendapatan yang proporsional agar tidak terus menerus bergantung pada utang ke depannya," pungkas juru bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman.