Mengutip data bank sentral terkait statistik uang beredar, suku bunga kredit tersebut secara konsisten terus menurun sejak diberlakukannya suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR).
Sebagai catatan, sejak Januari 2016 - Juli 2017, BI telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 150 basis poin (bps). Kemudian, pada Rapat Dewan Gubernur BI bulan ini, bank sentral kembali memangkas BI-7DRRR sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan pertumbuhan kredit perbankan ini ditopang oleh pertumbuhan Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK). Tercatat, penyaluran KMK mencapai Rp2.077,3 triliun atau meningkat 7,5 persen. Sementara, dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikannya mencapai 7 persen.
Selanjutnya, KI juga naik dari 6,1 persen pada Juni 2017 menjadi 6,2 persen pada bulan berikutnya. Peningkatan pertumbuhan Kl terutama terjadi pada sektor industri pengolahan serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan yang masing-masing meningkat dari 3,5 persen dan 12,1 persen menjadi 4,4 persen dan 14,2 persen pada bulan Juli 2017.
BI juga melihat, tren penurunan suku bunga simpanan. Tercatat, simpanan berjangka dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan masing-masing tercatat sebesar 6,56 persen, 6,89 persen, dan 7,04 persen atau turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,62 persen, 6,95 persen, serta 7,05 persen.
Di sisi lain, suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 1 dan 24 bulan tercatat meningkat dari sebesar 6,30 persen dan 6,95 persen menjadi 6,32 persen dan 6,96 persen.