Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana memperkuat disiplin anggaran dalam penyaluran PMN kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dianggap belum efektif meningkatkan kinerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, dia mengaku akan meminta Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo untuk menegur BUMN yang menunjukkan performa buruk.
Pada 2015, tercatat sebanyak enam BUMN sudah menerima dana PMN tersebut, diantaranya PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, PTPN IX, PTPN VII, Perkebunan Nusantara III, dan juga PT Dirgantara Indonesia. Namun, kinerja enam BUMN tersebut masih menunjukkan performa yang negatif disertai kerugian yang membengkak pada 2016.
Pemerintah telah mengalokasi dana untuk PMN 2015 sebesar Rp64,8 triliun, namun realisasi baru mencapai 75 persen atau Rp 47,8 persen.
Kendati demikian, Kementerian Keuangan juga mencatat 26 perusahaan BUMN yang mampu mendongkak perolehan laba bersih pada 2016 setelah mendapatkan PMN 2015.