Menurut BI, keyakinan konsumen melemah terjadi lantaran penyesuaian pola konsumsi masyarakat. Penyesuaian itu tampak dari menurunnya konsumsi masyarakat. Namun, di sisi lain, porsi tabungan masyarakat meningkat.
"Rata-rata rasio pengeluaran untuk konsumsi menurun 0,2 persen menjadi 63,8 persen. Sebaliknya, porsi tabungan meningkat sebesar 0,5 persen menjadi 21,1 persen," tulis BI dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, BI melihat pelemahan keyakinan konsumen tersebut masih berada pada tingkat yang optimis. Sebab, masih mendapat topangan dari ekspektasi positif terhadap meningkatnya ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.
"Ini akibat penurunan indeks penghasilan dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama," imbuh BI.
Tercatat, indeks penghasilan turun dari 126,9 menjadi 121,3. Lalu, indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama turun dari 114,4 menjadi 110,7. Namun, indeks ketersediaan lapangan kerja meningkat dari 98,3 menjadi 99,8.