Freeport akhirnya bersedia memenuhi keinginan pemerintah untuk melepas 51 persen sahamnya. Pernyataan itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan CEO Freeport-McMoran Richard Adkerson pada akhir Agustus lalu.
Menurut Rini, sosok Budi yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri memiliki kapabilitas untuk mempersiapkan proses peralihan saham dari Freeport ke Inalum. Inalum sendiri nantinya bakal menjadi induk holding BUMN di sektor tambang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Budi Gunadi Sadikin Ditunjuk jadi Bos Inalum |
Selain Inalum, dalam holding tambang tersebut, pemerintah rencananya akan memasukkan tiga perusahaan tambang pelat merah lain yaitu PT Bukit Asam Tbk (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (Persero), dan PT Timah Tbk (Persero). Inalum saat ini yang menguasai 65 persen saham Antam, 65,02 persen saham Bukit Asam dan 65 persen saham Timah, dengan masing-masing didalamnya terdapat 1 saham seri A milik pemerintah.
Rini berharap dengan kemampuannya, Budi nantinya bisa membesarkan holding sektor tambang. Pasalnya, perusahaan sektor tambang pelat merah hingga kini masih kalau saing dengan perusahaan tambang swasta maupun asing.
"Tentunya, kami berharap, kalau kita mau kembali ke Undang-undang Dasar pasal 33, bagaimana kita harus menjaga hasil tambang kita, kita perlu meningkatkan kemampuan kita," tegas Rini.